Kamis, 26 Juni 2008

Tak bisa diungkapkan

Di tidurmu, aku dapat melihat semuanya.
Dalam diam-ku, aku seolah bisa memasuki ruang-ruang di hatimu.
Tak bisa diungkapkan...
Sesuatu yang tersembunyi di dalam hatiku.
Entah dapat tersampaikan atau tidak,
karena hal itu hanya dapat diraba dengan rasa.
Andai kau tahu kedalaman isi hatiku.
Bukan maksudmu untuk tidak mau menyelaminya,
melainkan memang karena aku melarang engkau menyelaminya.

Wajahmu yang polos itu kan slalu terbayang dalam benakku.
Karena hanya pada saat engkau tidurlah aku dapat menikmati memandang wajahmu.
Wajah yang sangat kurindukan di tiap detik hidupku.

Saat kau terbangun, aku sudah tidak ada disisimu lagi...

Selasa, 24 Juni 2008

Hari Penghakiman

Hari ini, tepat hari ini. Aku yg telah divonis bersalah akan dihakimi. Mengerikan! Aku merasa seperti monster yg sungguh tega. Aku hanya bisa pasrah saat ini... Berserah sepenuhnya pada Tuhan. Aku siap menjalani konsekuensi dari tiap perbuatanku. Karena pada dasarnya setiap hal yg kulakukan adalah demi membahagiakan orang lain. Aku merasa sendiri saat ini...tanpa sahabat, apalagi kakak yang mendukungku.. Jika aku harus mati, Tuhan ampunilah aku...

Bertemu untuk Berpisah

Aku sakit, terjebak ditengah rutinitas dan kesalahan yg telah kuperbuat. Bukan maksud hatiku untuk lari dari kenyataan, hanya saja aku tidak siap menerima akibat yang kurasa fatal didepanku. Akhirnya aku harus memutuskan untuk melepaskan dan kehilangan orang yg paling kusayangi. Pedih, dan hancur... Namun kusadari betul konsekuensi dari ini semua. Entah aku merasa telah cukup berbuat banyak selama ini.
Semua hal yang terjadi dalam hidupku ternyata mempunyai makna serta maksud tertentu, walau pada hal terburuk sekalipun. Kini aku harus bisa merelakan tiap detik dari masa-masa indah yang telah kulewati. Bukan demi diriku, melainkan demi dia yang kusayangi. Seperti lilin yang mengorbankan diri agar terang tetap ada, begitupula diriku. Ada saat aku harus "pergi" setelah semua waktu telah "usai".
Sungguh aku tidak tahu apa yg kan terjadi dihadapanku nanti. Yang kutahu betapa aku sangat mencintai dia yang telah kudampingi selama satu tahun. Sekian waktu kala kami sama-sama berusaha bangkit dari keterpurukan masa lalu. Bahkan hingga kini kurasa putus asa, aku menyadari tak seorangpun kan memahami diriku. Maka biarlah kuhadapi semuanya seorang diri...walau aku harus mati sekalipun...

Rabu, 11 Juni 2008

Makasih Babe

Babe Gue...
Ada salah satu dosen di kampusku yang dah kayak "Babe gue", beliau Bapak Bonaventura Satya Bharata, wuiiihhh, lengkap ya. Ceritanya memang rada unik nih, namun satu yang pasti entahlah Pak Bona tuh pasti inget sama mahasiswa bimbingannya, terutama aku salah satunya, hahaha. Secara aku tuh salah satu mahasiswi yang cukup dikenal osen FISIP. Mulai dari masalah studi sampe masalah pribadi, ampun dah, kayaknya gosip tentang aku tuh udah kayak konsumsi publik saja di ruang dosen, hihihi. Bukannya bangga lho, malah aku heran entah gimana sejarahnya aku bisa dikenal mereka. Ada beberapa kemungkinan; pertama, karena aku aktif di kampus. Kedua, rada menyakitkan untuk dibahas nih sebenarnya. Kedua...karena aku dulu sempat pacaran cukup lama dengan salah satu mahasiswa yang aktif juga. Dosen-dosen selalu bilang kalo kami tuh "match couples" atau "hot couples". Apaan coba? Hingga saat kami putus pun, dosen-dosen mencariku untuk memastikan aku yang menghilang beberapa waktu itu baik-baik saja. Ada-ada saja!
Aku sempat malu bertemu Pak Bona. Karena ada tugas transkrip wawancara untuk penelitian beliau yang belum kuserahkan. Alhasil, penelitiannya rada kurang sempurna deh. Akupun merasa bersalah, dan jadi malas untuk bimbingan skripsi. Setahun ini skripsiku menganggur... Hingga saat ini aku terpaksa harus mengulang dari awal. Tapi apa coba? Pak Bona benar-benar baik memberiku saran dan nasihat yang bagiku luar biasa membangkitkan semangat. Harusnya kan aku yang mikir skripsiku? Beliau tanpa segan memberiku ide-ide. Aku kira beliau marah karena aku telah membuatnya kecewa, tetapi ternyata beliau sangat perhatian.
Terus terang aku jadi terharu dan sangat hormat pada beliau. Bukan bermaksud melebih-lebihkan, hanya berbagi kisah saja tentang sosok dosen yang kuanggap seperti "Babe gue".

Selasa, 10 Juni 2008

FIAT (Fisip Atma Jaya Television)

Saat ini anak-anak kampusku lagi getol-getolnya ikut kegiatan yang diharapkan dapat mengembangkan potensi serta kreatifitas mereka melalui kelompok profesi yang ada, seperti Atma Jaya Broadcasting Network, Bohlam Advertising, Focuso (Media Studies), PR.Com (Public Relations). Salah satunya lagi ya dengan mengikuti program FIAT, siaran TV Kampus. Adik-adikku itu semangat banget! Hehehehe, mudah-mudahan sih bisa semangat sampe titik darah penghabisan...karena kerja di dunia penyiaran memang kerja yang luar biasa cuapeeekkk...
Saban hari setelah mereka kami gembleng dengan seabrek materi pelatihan serta praktek, mereka sibuk menyusun konsep siaran. Untungnya sekarang semester pendek, jadi kuliah mereka enggak keteteran. Lucunya nih ya, ada dari mereka tuh doyan banget ngasih aku dan teman-teman asisten lainnya cemilan kesukaan kami, yaitu coklat, horeee....hihihihi. Sering-sering aja enak kali ya.
Oke deh, kita lihat saja hasil kerja keras mereka. Semoga Sukses!

Senin, 09 Juni 2008

Mengejar Skripsi

Wah, menyelesaikan skripsi tuh bener-bener perjuangan yah? Hihihi... Harusnya sih aku bisa menyelesaikannya 2 tahun kemarin, tapi...masih nihil!
Aku nih udah dianggap angkatan tua, and masih aja aktif di kampus jadi asisten. Padahal temen-temenku yang lain mungkin udah berkarya di luar sono. Kerjaan tiap hari ya gitu deehhh, rada kuli, enggak kenal waktu. Punya pacar ya keteteran...,punya orang tua ya kurang diperhatikan.., punya temen ya jarang kumpul-kumpul lagi. Jadi workaholic gini ya? Pulang udah capek, and pagi kudu berangkat lagi enggak sempet ngurus hal lain. Ya mungkin emang manajemen waktuku saja yang kurang pas, menempatkan kerjaan sebagai prioritas utama.
Hmm, sekarang nih aku baru ngerasa ketar-ketir. Pasalnya, skripsiku yang dah sampe tahap analisis itu kayaknya sudah basi, jamuran, lumutan...diantara tumpukan buku-buku kuliahku. Sementara aku sadari betul bahwa aku harus segera menyelesaikan studiku, agar bisa segera melangkah ke hal lain yang lebih tinggi, berkarir dengan ijazah S1. Dan yang pasti orang tuaku sudah lama menantikan kapan aku lulus dan segera menikah, hahaha... Hal lain yang membuatku stres juga. Walau pacarku yang usianya terpaut jauh lebih tua dari aku memang sudah bekerja, tapi aku masih ingin menikmati hidup sebagai lajang.
Mungkin memang ini kali ya tantangan buat aku untuk segera menyelesaikan skripsi. Bahkan mungkin karena saking sudah lama tidak kusentuh, aku harus mengulanginya dari awal. It's okay, aku yakin pasti bisa menyelesaikannya. Ups, pede banget ya! Padahal pagi ini tanganku gemetaran lho. Bukan karena kedinginan diruang ber-AC atau juga karena buyutan, hehehe, tapi karena segala perencanaan dan target yang ingin kucapai berputar terus dikepalaku. Aku memang sempat drop beberapa waktu lalu, semangat hidupku pudar hanya karena masa lalu yang tidak penting. Kini aku harus mencoba melangkah lagi dari awal. Ya semoga saja, semangat dan optimis-ku ini bisa terus membara,hihihi kayak obor olimpiade!